Senin, 29 September 2014

BULAN MENGANDUNG BAHAN BAKAR DENGAN ENERGI SETARA NUKLIR



    

  •   F
Satelit Bumi, Bulan, memiliki fungsi yang besar untuk Bumi, mulai alat patokan kalender hingga pengatur grafitasi Bumi. Hebatnya, peneliti menemukan fungsi lain dari Bulan, yaitu penyuplai bahan bakar untuk manusia.Daratan Bulan telah lama diketahui mengandung beragam zat seperti Titanium, Platinum, dan mineral lain. Uniknya, China sudah mencari cara untuk 'menambang' zat berguna lain dari satelit Bumi tersebut, sebuah unsur gas Helium langka.
Menurut profesor Ouyang Ziyuan dari Program Eksplorasi Bulan China, Bulan memiliki jenis isotop Helium 3 yang mampu merevolusi produksi energi umat manusia. Jumlah Helium 3 yang terkandung di debu Bulan diklaim mampu menyuplai energi untuk Bumi selama 10.000 tahun!
Unsur Helium 3 sendiri bisa digunakan untuk menjalankan pembangkit listrik jenis baru yang mampu menghasilkan energi yang hampir sama dengan pembangkit listrik tenaga nuklir, namun lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah radioaktif. Unsur Helium ini 'terdampar' di Bulan sebagai zat buangan dari matahari, Daily Mail (05/08).
Lebih lanjut, sebuah pesawat luar angkasa mampu mengangkut sekitar 40 ton dari Helium 3 dalam sekali perjalanan dari Bulan. Jumlah tersebut bisa digunakan untuk menyuplai listrik di Amerika selama setahun penuh.
Di sisi lain, Fabrizio Bozzato, seorang peneliti dari Universitas Tamkan di Taiwan, menyatakan Helium 3 bisa ditambang dari permukaan bulan dengan memanaskannya terlebih dahulu hingga suhu 600 derajat Celcius. Satu ton gas Helium 3 diklaim memiliki nilai ekonomis setara dengan Rp 35 triliun. Sedangkan untuk membuat pembangkit listrik dan meluncurkan pesawat luar angkasa ke bulan dibutuhkan dana tak kurang dari Rp 200 triliun lebih.

sumber :  http://www.merdeka.com/teknologi/bulan-mengandung-bahan-bakar-dengan-energi-setara-nuklir.html

TABRAKAN DUA ASTEROID RAKSASA BISA LAHIRKAN BUMI BARU?

Tabrakan dua asteroid raksasa bisa lahirkan bumi baru?

 Asteroid sebenarnya bagaikan sebuah pisau bermata dua. Tabrakan sebuah asteroid ke bumi seringkali dianggap sebagai salah satu pemicu terjadinya kiamat. Tetapi, tabrakan dua buah planet pun turut berjasa dalam melahirkan planet baru.
Ilmuwan percaya bila planet-planet terbentuk dari kumpulan debu-debu luar angkasa yang berputar dan membentuk sebuah piringan sebelum akhirnya memadat hingga menjadi sebuah planet utuh. Proses ini juga diketahui sering terjadi di dekat-dekat bintang muda, salah satunya bintang NGC 2547-ID8.
Bintang ini sudah masuk daftar observasi NASA sejak tahun 2012 silam karena cukup aktif menghasilkan debu-debu luar angkasa. Salah satu sumber debu luar angkasa yang berhasil ditangkap ternyata berasal dari tabrakan dua buah asteroid raksasa yang terdapat terletak dalam orbit bintang NGC 2547-ID8, Daily Mail (28/08).
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan menggunakan teleskop luar angkasa Splitzer, terlihat jika kumpulan debu asteroid tengah mengorbit ke zona bintang yang dikenal sebagai tempat lahirnya planet-planet berbatu. Zona-zona orbit planet yang terletak di dekat sebuah bintang memang dikenal sebagai penghasil planet berbentuk batuan seperti Bumi, Mars, dan Venus. Sementara, zona orbit luar kerap menghasilkan planet-planet gas berukuran raksasa, seperti Jupiter dan Saturnus.
NASA pun kini tengah mengamati proses terbentuknya sebuah planet secara langsung. Terlebih, debu-debu tersebut kini mulai berubah menjadi sebuah cikal bakal planet atau proto-planet. Jika proto-planet tersebut dapat tumbuh dengan sempurna, maka diperkirakan butuh waktu tambahan hingga 100 juta tahun lagi untuk membuat planet muda itu berubah menjadi planet 'dewasa'.
Metode pemindaian infra merah dari teleskop Splitzer turut mengungkap umur dari bintang NGC 2547-ID8 dan jaraknya dari bumi, yaitu 35 juta tahun dan 1.200 tahun cahaya dari bumi. Bintang NGC 2547-ID8 tepatnya berada di gugusan bintang Vela.

sumber :  http://www.merdeka.com/teknologi/tabrakan-dua-asteroid-raksasa-bisa-lahirkan-bumi-baru.html

Andromeda, Galaksi Rakus yang Makin Mendekat


Andromeda, galaksi besar yang menjadi tetangga galaksi kita diketahui merupakan kanibal luar angkasa. Hingga tumbuh besar seperti sekarang ini, ia telah memakan galaksi lain yang terbang terlalu dekat dengannya. Yang menarik, Andromeda kini semakin mendekat.
Seperti diketahui, Andromeda dan galaksi kita, Bima Sakti, merupakan dua galaksi raksasa di lingkungannya. Andromeda juga merupakan galaksi raksasa terdekat. Jaraknya hanya sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Satu tahun cahaya sendiri berjarak sekitar 9,4 triliun kilometer.

Seperti dikutip dari Msnbc, 1 Februari 2011, Bima Sakti dan Andromeda saling mendekat dengan kecepatan sekitar 120 kilometer per detik dan akan bertabrakan.
Namun demikian, jaraknya yang sangat jauh membuat tabrakan super raksasa ini baru akan terjadi sekitar 3 miliar tahun yang akan datang. Lalu, apakah bumi akan hancur?
Bima Sakti dan Andromeda sebelum bertubrukan (atas)
dan setelah bergabung (bawah). (7coolist.com)
Untuk mengetahuinya, astronom menggunakan simulasi superkomputer dan mengkalkulasikan salah satu skenario yang mungkin terjadi saat Andromeda dan Bima Sakti saling beradu.
Video simulasi yang dibuat menggunakan 100 juta partikel virtual. Film yang dibuat menyoroti ruangan dengan sudut pandang selebar sekitar 10 miliar miliar kilometer. Adapun durasi waktu yang direkam oleh simulasi komputer itu mencapai 1 miliar tahun.
“Diperkirakan, bintang-bintang di kedua galaksi, termasuk matahari milik tata surya kemungkinan besar tidak akan saling bertubrukan,” kata John Dubinski, astronom dari Canadian Institute for Theoretical Astrophysics, University of Toronto.
Namun demikian, kata Dubinski, gaya gravitasi milik kedua galaksi kemungkinan akan saling menarik, saling berpelintir, dan membelokkan, hingga setelah satu miliar tahun kemudian, galaksi berbentuk elips yang merupakan kombinasi dari Andromeda dan Bima Sakti lahir.
Setelah penggabungan Andromeda dan Bima Sakti tersebut selesai, proses itu akan menyisakan puing-puing berserakan di antariksa.
Seperti diketahui, sebelum ini, Andromeda menelan galaksi kecil bernama Triangulum. Sekitar 3 miliar tahun lalu, Triangulum bergerak terlalu dekat dengan Andromeda. Bintang-bintang miliknya kemudian dilucuti dan ditarik masuk ke dalam oleh gaya gravitasi raksasa yang dimiliki Andromeda.

Sumber :  http://www.astronomi.us/2011/02/andromeda-galaksi-rakus-yang-makin-mendekat.html

Pelan Tapi Pasti Bulan Pergi Meninggalkan Bumi


Bulan. Image credit: wikiversity
Bumi dan Bulan bisa dibilang sebagai sahabat yang tumbuh, berkembang dan menjalani hidup bersama-sama untuk mengelilingi Matahari dan galaksi. Berdasarkan penelitian, Bulan lahir sebagai akibat dari tabrakan antara Bumi muda dengan obyek seukuran planet Mars yang disebut Theia sekira 4,5 miliar tahun yang lalu. Kemudian, kedua obyek baik Bumi dan Bulan bersama-sama menjalani hidup berdua.
Tapi seperti hubungan persahabatan, tidak selalu berjalan harmonis, tapi juga ada konflik. Setidaknya itu yang terjadi diantara Bumi dan Bulan. Gravitasi kedua obyek itu saling mempengaruhi hingga salah satunya kalah dan terkunci di posisinya seperti saat ini (Bulan). Bumi sendiri juga terkena efek dari gravitasi Bulan, dimana efek pasang surut juga terjadi. Akibatnya kecepatan rotasi Bumi juga mengalami perlambatan. Jika pada 650 juta tahun yang lalu, satu hari hanya terdiri dari 21 jam, sekarang bertambah 3 jam menjadi 24 jam. Gravitasi Bulan secara perlahan memperlambat keepatan rotasi Bumi. Walhasil bukan tidak mungkin, suatu saat nanti jika Bulan belum pergi dari sisi Bumi, rotasi Bumi benar-benar dihentikan oleh Bulan.
Tapi sepertinya Bulan tidak begitu setia dengan Bumi. Secara perlahan, Bulan semakin menjauh dari Bumi sekira 1-2 cm / tahun. Mengapa Bulan menjauh dari Bumi?. Perlambatan kecepatan rotasi Bumi menyiratkan ada energi yang hilang dari Bumi. Suatu obyek akan mengorbit sesuatu jika obyek yang diputari tersebut berputar lebih cepat dari yang mengorbit. Oleh karena itu dengan semakin melambatnya kecepatan rotasi Bumi, jarak Bumi dengan Bulan pun menjadi semakin jauh.
Bukan tidak mungkin 50 miliar tahun dari sekarang saat Matahari kita menjadi bintang raksasa merah, 1 hari Bumi bisa memakan waktu hingga 45 jam dan saat itu Bulan bisa benar-benar meninggalkan Bumi dan mungkin saat itu Bulan bisa mencari sahabat baru di luar sana. Semua bisa terjadi.

sumber :  http://www.astronomi.us/2014/06/pelan-tapi-pasti-bulan-pergi-meninggalkan-bumi.html

SPEKTRUM BINTANG


Dalam astronomi, bintang dikelompokkan berdasarkan spektrumnya. Pengelompokan berdasarkan spektrum ini dilakukan karena spektrum bintang memberikan informasi yang sangat banyak, mulai dari temperatur sampai unsur-unsur yang terdapat dalam bintang.
Spektrum adalah hasil dari pembiasan gelombang elektromagnetik (contohnya cahaya). Pada dasarnya cahaya yang kita temukan sehari-hari – yang berwarna putih/bening – adalah gabungan dari berbagai warna. Warna-warna ini yang menunjukkan tingkat energi: merah menghasilkan energi yang paling rendah dan ungu menghasilkan energi paling tinggi.
spektrum
Berdasarkan rumus
E = hf = hc/A
E = energi, h = konstanta Planck, f = frekuensi, c = kecepatan cahaya dan A = panjang gelombang,
maka gelombang berenergi besar memiliki frekuensi yang besar, dan sebaliknya panjang gelombangnya kecil. Informasi semacam ini yang diturunkan dengan berbagai pendekatan fisika, sehingga dalam penerapannya di Astronomi, spektrum bintang itu sangat penting.
Pengelompokan bintang dengan kelas spektral seperti klasifikasi Morgan – Keenan. Lihat gambar:
Morgan - Keenan
Bintang kelas O adalah bintang yang panas, berwarna biru. Bintang kelas M merupakan bintang yang dingin. Matahari termasuk kedalam bintang dengan kelas G, warnanya kuning. Perlu dicatat, klasifikasi seperti ini tidak ada hubungannya dengan ukuran bintang. Jadi bintang kelas O belum tentu ukurannya sangat besar.
Dengan melakukan observasi spektroskopi – yaitu pengamatan bintang khusus pada spektrumnya – didapatkan panjang gelombang cahaya yang dipancarkan bintang. Dengan rumus yang tadi, bisa diketahui berapa energinya. Dengan menerapkan hukum Termodinamika bisa diketahui kaitan antara energi dengan temperatur.
Klasifikasi MK ini diterapkan dalam diagram yang disebut Diagram Hertzprung – Russel. Diagram ini dikembangkan oleh Astronom bernama Ejnar Hertzsprung dan Henry Norris Russell sekitar tahun 1910, dan bermanfaat dalam mempelajari evolusi bintang, yakni proses lahir, berkembang dan matinya bintang.
diagram HR
Untuk mendapatkan diagram HR ini, biasanya dilakukan 2 jenis observasi, yaitu Spektroskopi dan Fotometri. Spektroskopi seperti yang sudah saya jelaskan tadi, sedang Fotometri adalah pengamatan dengan berpatokan pada magnitudo (kecerlangan) bintang. Dari pengamatan spektroskopi didapatkan kelas spektrum, dan dari pengamatan fotometri didapatkan kelas luminositas. Lalu, dengan mencocokkan posisi bintang dalam diagram terhadap kelas spektrum dan kelas luminositasnya tersebut, dikaji lebih lanjut tentang radius dan umur bintang. Mohon maaf, belum bisa saya jelaskan lebih detil karena cukup rumit dan memakan waktu.
Begitulah salah satu cara analisis yang dilakukan astronom dalam mempelajari bintang.

sumber :  http://sidikpurnomo.net/spektrum-bintang.html

White Hole Sisi Lain dari Black Hole

Sampai saat ini White Hole atau lubang Putih masih belum bisa dibuktikan keberadaannya sob, namun teori-teori yang muncul dari para ilmuwan tentang White Hole memang meyakinkan. Pasalnya jika ada Black Hole yang menyerap bintang bintang, maka kemanakah ujung Black Hole tersebut? apakah Black Hole itu sebuah pintu yang menuju sisi lain dari jagat raya?

Seorang ilmuwan menyatakan teori bahwa Black Hole yang menyerap massa dan energinya akan dikeluarkan melalui White Hole. karena tidak mungkin sebuah lubang yang sisinya menyerap massa dan sisi lainnya juga menyerap massa.
white hole atau lubang putih tidak menghisap benda di sekeliling namun memuntahkan material yang berasal dari tempat antah berantah ke alam semesta kita.

Alam semesta kita sendiri merupakan tempat yang aneh, dan lubang hitam merupakan salah satu hal yang paling aneh yang hadir di dalamnya. Namun secara matematik, lubang hitam harusnya bisa dibalikkan, artinya, ada sesuatu yang memuntahkan material, tidak menghisapnya.

White hole tidak memiliki koordinat ruang dan waktu yang pasti dan tidak bisa dideteksi sama sekali. Mereka bisa secara mendadak muncul kapan saja, di mana saja dan melakukan aktivitas mereka sebelum kembali menghilang. Sejauh ini, keberadaan white hole memang masih bersifat dugaan.

Apa itu Quasar?


Sudah jadi rahasia umum sob jika di semua pusat galaksi ada sebuah lubang hitam bermassa besar yang sangat kuat. Tapi ternyata di beberapa galaksi, daerah pusatnya sangat terang, melebihi bagian lain dari galaksi itu. Inti yang sangat terang ini disebut sebagai inti galaksi aktif ( active galactic nuclei / AGN). Inti galaksi aktif biasanya ditemukan di pusat galaksi dimana lubang hitam bermassa super besar berada. Karena lubang hitam inilah yang jadi pembangkit energi bagi inti galaksi aktif.
Quasar  merupakan inti galaksi aktif yang berada jauh dan merupakan obyek yang sangat terang, sangat energetik dan sangat kuat. Obyek ini memancarkan energi yang sangat besar. Kalau dilihat di teleskop, quasar akan tampak seperti sebuah titik yang mirip dengan bintang. Tapi ternyata titik itu bukan sebuah bintang melainkan sebuah inti galaksi yang sangat terang yang berada jauh dari kita.
Dari mana kita tahu quasar ini berada sangat jauh?
Hasil pengamatan menunjukkan kalau quasar memiliki pergeseran merah yang besar sebagai efek dari memuainya alam semesta. Yang artinya jarak antara Bumi dan quasar itu akan semakin bertambah seiring dengan semakin besarnya pergeseran merah si quasar.
Quasar ditenagai oleh lubang hitam bermassa sangat besar di pusat galaksi yang mengakresi materi yang mampat di sekitarnya dan memancarkan energi gravitasi yang sangat besar.  Lubang hitam itu selalu melahap materi yang ada di sekelilinginya untuk masuk ke dalam dirinya. Seperti raksasa yang lahap memakan apapun yang ada di sekelilingnya.
Ketika lubang hitam mengakresi materi di sekitarnya, materi-materi tersebut berputar semakin cepat dan mulai memanas. Semua partikel saling bergesekan sehingga melepaskan sejumlah besar cahaya dan juga radiasi sinar X. Nah ketika materi ini kemudian dilahap oleh si lubang hitam, maka bagian kutub utara dan selatan lubang hitam akan melepaskan energi yang sangat besar yang oleh astronom disebut sebagai jet kosmik. Pernah liat pesawat jet melesat di udara? Sangat cepat dan menyisakan sebaris jejak di angkasa kan? Kira-kira seperti itulah jet kosmik. Energi yang dilepaskan melesat sangat cepat dan energinya pun sangat kuat.
Quasar tidak selalu berasal dari penggabungan galaksi, karena memang ia bukan hasil dari gabungan dua galaksi. Quasar bisa berada di galaksi apa saja yang lubang hitamnya bisa membangkitkan quasar di dalamnya. Tapi ketika dua buah galaksi bergabung, lubang hitam super masif di dalamnya memang akan membentuk quasar. Diperkirakan ketika Bimasakti dan Andromeda bergabung kelak juga akan membentuk quasar.